“Karena jalan raya juga digunakan untuk banyak orang. Jangan melakukan aksi kebut-kebutan dan freestyle, karena akan sangat membahayakan. Utamakan keselamatan diri dan juga orang lain,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa keselamatan publik di Labuan Bajo harus menjadi prioritas, apalagi daerah ini merupakan salah satu pintu masuk wisatawan dunia yang membutuhkan standar keamanan tinggi.

Kasus dua turis Inggris ini menjadi pengingat bahwa Labuan Bajo, meski merupakan destinasi wisata internasional, tetap memiliki aturan yang harus dihormati oleh siapa pun yang datang. Aksi mereka boleh jadi hanya “iseng”, namun dampak dan risikonya sangat besar.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tindakan edukatif dan preventif terus dilakukan, termasuk pengawasan terhadap perilaku wisatawan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.**