LABUANBAJOVOICE.COM – Sepanjang tahun 2025, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sukses menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional di kawasan pariwisata yang dikelolanya, meliputi The Mandalika (Nusa Tenggara Barat), The Golo Mori (Nusa Tenggara Timur), The Nusa Dua (Bali), serta kawasan Danau Toba (Sumatera Utara).

Rangkaian event tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi destinasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing pariwisata nasional.

Dampak positif penyelenggaraan event ini tercermin dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan, lonjakan tingkat hunian hotel, keterlibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta penyerapan ribuan tenaga kerja lokal.

Seluruh capaian tersebut terekam dalam kajian dampak ekonomi yang dilakukan ITDC selama periode penyelenggaraan event sepanjang 2025.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengelolaan event yang berkualitas terbukti memberikan dampak konstruktif bagi kawasan dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, event tidak hanya memperkuat citra destinasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan regional.

“Penyelenggaraan event sepanjang tahun 2025 berorientasi pada penguatan ekonomi kawasan dan daerah. Event tidak hanya sebagai sarana promosi destinasi, tetapi juga instrumen strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Fajar, Sabtu (10/1/2026).

Salah satu capaian terbesar ITDC pada 2025 berasal dari Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGPTM) 2025 yang digelar di The Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

Event balap motor kelas dunia ini dihadiri 140.324 penonton, meningkat 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama gelaran MotoGPTM, tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen, sementara hotel di Kota Mataram mencatat okupansi sekitar 90 persen.

Lebih jauh, event ini menghasilkan multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, dengan 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Tak hanya itu, MotoGPTM 2025 turut menggerakkan lebih dari 600 UMKM lokal di sekitar kawasan, ditambah 202 UMKM kuliner dan kerajinan yang terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan.

Event ini juga menjadi magnet sektor transportasi udara dengan tercatat 44 penerbangan tambahan (extra flights) menuju Nusa Tenggara Barat selama periode penyelenggaraan.

Di Nusa Tenggara Timur, ITDC mencatat dampak ekonomi signifikan melalui penyelenggaraan International Golo Mori Jazz 2025.

Event ini menegaskan posisi The Golo Mori sebagai destinasi premium berkelas internasional.

Kajian dampak ekonomi menunjukkan rata-rata pengeluaran pengunjung mencapai Rp2,9 juta per orang per hari, didominasi wisatawan dari luar daerah.

Puluhan UMKM lokal terlibat aktif dalam event ini, dengan lebih dari 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kawasan The Golo Mori tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada nilai ekonomi dan kualitas konsumsi wisatawan.

Selain itu, Golo Mori Sunset Run 2025 mencatat 1.282 peserta, melampaui target awal. Sebanyak 85,7 persen peserta menyatakan keinginan untuk kembali berkunjung.

Dengan nilai investasi event sebesar Rp259 juta, kegiatan ini menghasilkan dampak ekonomi Rp447 juta, atau rasio multiplier effect 2,1, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu menciptakan Rp2,1 nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sementara di The Nusa Dua, Bali, penyelenggaraan The Nusa Dua Festival 2025 berkontribusi besar terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Festival ini mendorong peningkatan pendapatan tenant, pelaku seni, serta industri kreatif lokal.

Event tersebut juga menggerakkan sektor pendukung seperti akomodasi, transportasi, dan kuliner, yang secara keseluruhan menyumbang lebih dari 20 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event internasional di Indonesia.

Di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, ITDC mencatat dampak ekonomi melalui penyelenggaraan Aquabike World Championship dan F1 Powerboat World Championship. Selama event berlangsung, tingkat hunian hotel berada pada kisaran 70–90 persen.

Event olahraga air berskala dunia ini turut meningkatkan omzet pelaku usaha lokal, menambah jam kerja tenaga lokal, serta membuka peluang baru di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan jasa pariwisata.

Dampaknya terasa langsung pada peningkatan transaksi domestik dan pendapatan asli daerah (PAD).

Kolaborasi dan ESG Jadi Kunci Keberlanjutan
Ahmad Fajar menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan event di berbagai kawasan tidak terlepas dari sinergi kuat antara ITDC, pemerintah pusat dan daerah, komunitas lokal, serta pelaku industri pariwisata.

“Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap event dirancang sesuai karakter kawasan, berorientasi pada keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar. ITDC juga secara konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan event,” tambahnya.

Penerapan prinsip ESG tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja lokal.

Menurut Fajar, secara keseluruhan, rangkaian event ITDC sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa event dapat menciptakan perputaran ekonomi triliunan rupiah, mendorong okupansi hingga 100 persen, menyerap ribuan tenaga kerja lokal, serta menggerakkan ratusan UMKM di berbagai daerah.

“Capaian ini menegaskan transformasi ITDC sebagai pengelola destinasi yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tutup Fajar.**