LABUANBAJOVOICE.COM – Semangat kolaborasi antar-daerah kembali terpancar kuat di ujung barat Pulau Flores. Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (27/1/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan legislatif lintas provinsi, khususnya antara dua daerah yang sama-sama dikenal sebagai ikon pariwisata nasional dan internasional, yakni Gianyar sebagai “Bumi Seni” dan Manggarai Barat sebagai pintu gerbang Labuan Bajo, destinasi super prioritas Indonesia.

Delegasi DPRD Kabupaten Gianyar dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, ST., M.Si, didampingi Sekretaris DPRD Gianyar Drs. Wayan Kujus Pawitra, S.Sos., MAP, serta jajaran staf dan tenaga ahli sekretariat dewan.

Rombongan disambut secara resmi dan penuh kehangatan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sewargading S.J. Putera, bersama Sekretaris DPRD Manggarai Barat Drs. David E. Rego, serta sejumlah anggota DPRD setempat.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan, DPRD Manggarai Barat menyambut rombongan DPRD Gianyar dengan prosesi adat khas Manggarai, termasuk penyematan topi bermotif lokal.

Prosesi ini menjadi simbol persaudaraan, keterbukaan, serta komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang saling menguatkan antara Bali dan NTT.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Sewargading S.J. Putera, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Gianyar dan menegaskan pentingnya kolaborasi antar-daerah, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kunjungan DPRD Kabupaten Gianyar. Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi ruang strategis untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam penguatan peran legislatif, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Sewargading.

Ia menekankan bahwa Manggarai Barat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas membutuhkan dukungan lintas sektor dan lintas daerah agar pembangunan yang dilakukan tetap berpihak pada masyarakat lokal.

Kunjungan kerja DPRD Gianyar ini memiliki sejumlah agenda penting, di antaranya menghadiri undangan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi regional dalam berbagai bidang strategis, terutama sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan konektivitas antarwilayah.

Selain itu, rombongan DPRD Gianyar juga melakukan studi komparasi terkait sistem pengawasan legislatif terhadap pengelolaan dan pengembangan pariwisata daerah.

Fokus utama diskusi mencakup tata kelola destinasi wisata, pelibatan masyarakat lokal, serta keseimbangan antara investasi dan pelestarian budaya serta lingkungan.

Agenda lainnya adalah peninjauan langsung ke kawasan ITDC Golo Mori di Labuan Bajo, yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat pengembangan destinasi wisata kelas dunia di NTT.

Kunjungan lapangan ini diharapkan memberi gambaran konkret mengenai arah pembangunan pariwisata Manggarai Barat ke depan, sekaligus menjadi referensi bagi DPRD Gianyar dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis keberlanjutan.

Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana, pada kesempatan tersebut mengaku terkesan dengan perkembangan pesat Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

“Kami melihat Manggarai Barat memiliki potensi yang sangat besar. Alamnya luar biasa, budayanya kuat, dan masyarakatnya ramah. Ini mengingatkan kami pada Gianyar di masa-masa awal pengembangan pariwisata,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman Gianyar dalam mengelola pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal dapat menjadi bahan diskusi dan pembelajaran bersama, tanpa mengabaikan karakteristik dan kekhasan Manggarai Barat.

“Kami berharap Labuan Bajo dan Manggarai Barat ke depan terus berkembang menjadi destinasi pariwisata dunia yang unggul, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Tentu kami juga siap belajar dari Manggarai Barat,” tambahnya.

Kunjungan kerja yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis, inovasi kebijakan, serta penguatan peran DPRD dalam mendukung pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkeadilan.

Melalui pertemuan ini, DPRD Gianyar dan DPRD Manggarai Barat menegaskan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi lintas provinsi, demi kesejahteraan masyarakat serta penguatan posisi kedua daerah sebagai wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.**