LABUANBAJOVOICE.COM – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi yang mengajarkan keterampilan, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berbudi pekerti luhur.

Menurutnya, perkembangan dunia yang pesat di bidang teknologi, globalisasi, serta isu-isu seperti lingkungan, kesehatan, dan toleransi memiliki relevansi kuat dengan Pramuka.

“Sebagai generasi yang lahir dan bertumbuh di era kemajuan, kita harus mampu menyesuaikan diri. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran positif, kepramukaan, organisasi, dan kampanye sosial yang memberi nilai tambah,” ujar Bupati Endi.

Mantan Ketua DPRD Manggarai Barat itu menegaskan, Pramuka bukan hanya soal seragam, tanda kecakapan, atau berkemah, tetapi merupakan “sekolah kehidupan” yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap alam dan sesama.

Nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya, kata dia, menjadi pedoman penting dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua DPW NasDem NTT itu juga menyoroti aksi nyata yang telah dilakukan Pramuka, antara lain gotong royong, kepedulian lingkungan, hingga penguatan kemandirian dan kreativitas melalui keterampilan bertahan hidup dan pertolongan pertama.

Meski demikian, sambungnya, tantangan dihadapi, seperti menurunnya minat generasi muda akibat gawai, perubahan nilai sosial, hingga isu global lingkungan dan krisis kepemimpinan di kalangan remaja.

“Oleh karena itu, generasi Pramuka harus berinovasi memadukan kegiatan dengan teknologi, memperkuat pendidikan karakter, serta menjadi agen perubahan dalam aksi anti-bullying, literasi, dan pelestarian budaya,” tegasnya.

Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kabupaten Manggarai Barat tahun ini berlangsung meriah di Bumi Perkemahan Puncak Pramuka Muhamat Sutar, Mbuhung, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, pada 12–14 Agustus 2025.

Mengusung tema nasional “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, kegiatan ini diikuti 1.238 pelajar dari tujuh Kwartir Ranting (Kwarran) yang berasal dari Kecamatan Komodo, Boleng, Kuwus, Kuwus Barat, Mbeliling, dan Pacar, dengan Boleng tercatat dua kali karena pembagian wilayah.

Sekretaris Kwartir Cabang Manggarai Barat, Sutiyah Karmilla, S.Pd., Gr., merinci jumlah peserta terdiri dari 583 murid SD (285 putri, 298 putra) dari 24 sekolah, 355 murid SMP (192 putri, 163 putra) dari 16 sekolah, serta 300 siswa SMA (170 putri, 130 putra) dari 12 sekolah. Total peserta perempuan mencapai 647 orang dan laki-laki 591 orang.

Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut dan mengajak seluruh Pramuka untuk terus berkomitmen menghadapi tantangan zaman dengan jiwa Satya, Darma, dan semangat persaudaraan. **