Ketua DPW NasDem NTT itu juga menyoroti aksi nyata yang telah dilakukan Pramuka, antara lain gotong royong, kepedulian lingkungan, hingga penguatan kemandirian dan kreativitas melalui keterampilan bertahan hidup dan pertolongan pertama.
Meski demikian, sambungnya, tantangan dihadapi, seperti menurunnya minat generasi muda akibat gawai, perubahan nilai sosial, hingga isu global lingkungan dan krisis kepemimpinan di kalangan remaja.
“Oleh karena itu, generasi Pramuka harus berinovasi memadukan kegiatan dengan teknologi, memperkuat pendidikan karakter, serta menjadi agen perubahan dalam aksi anti-bullying, literasi, dan pelestarian budaya,” tegasnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kabupaten Manggarai Barat tahun ini berlangsung meriah di Bumi Perkemahan Puncak Pramuka Muhamat Sutar, Mbuhung, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, pada 12–14 Agustus 2025.
Mengusung tema nasional “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, kegiatan ini diikuti 1.238 pelajar dari tujuh Kwartir Ranting (Kwarran) yang berasal dari Kecamatan Komodo, Boleng, Kuwus, Kuwus Barat, Mbeliling, dan Pacar, dengan Boleng tercatat dua kali karena pembagian wilayah.
Tinggalkan Balasan