Bupati Manggarai Barat Tekankan Dua Hal Penting untuk Seluruh Pimpinan OPD
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis dan Pembentukan Satgas Pajak Barang dan Jasa Tertentu Menjadi Fokus Utama Pasca Pertemuan dengan Gubernur NTT dan 24 Kementerian/Lembaga

LABUANBAJOVOICE.COM – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memberikan arahan tegas kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait implementasi dua program krusial. Arahan ini disampaikan menyusul pertemuan daring dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang membahas hasil pertemuan dengan 24 Kementerian/Lembaga di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dua fokus utama tersebut adalah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) pada kapal wisata di Labuan Bajo. Pertemuan yang berlangsung Kamis (27/03/2025) di ruang rapat bupati ini menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar sektor untuk mencapai keberhasilan program.
Gubernur Melki Laka Lena pada pertemuan daring tersebut, dalam arahan awalnya, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemerintah Provinsi NTT.
“Kolaborasi yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota akan memberikan dampak positif bagi pembangunan NTT secara keseluruhan,” tegas Gubernur Melki Laka Lena mengutip laman infomabar.manggaraibaratkab.go.id, pada Rabu (2/4).
“Harapannya, setiap Bupati/Walikota dapat mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut untuk membangun NTT yang lebih baik,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Edi kemudian melanjutkan dengan menegaskan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah pentingnya kerja kolaborasi, kerja cerdas, dan kerja taktis untuk mengkonkretkan program-program prioritas pemerintah pusat.
“Kita harus membiasakan diri dengan kerja kolaborasi, kerja cerdas dan taktis. Kita harus bisa mengkonkretkan program-program prioritas yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah pusat,” tegas Bupati Edi.
Ia menegaskan, bahwa program MBG membutuhkan sinergi antar sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Untuk sektor pertanian, Bupati Edi mendorong pemanfaatan lahan maksimal, tidak hanya untuk padi, tetapi juga untuk menanam berbagai sayuran dan buah-buahan.
“Tidak hanya sawah untuk menghasilkan padi, tetapi kebun untuk ditanami berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan,” ujar Bupati Edi.
Pada sektor peternakan, ia menekankan pentingnya menciptakan rantai pasokan hewan yang efektif, khususnya ayam pedaging dan ayam petelur.
“Ubah desainnya. Konkretkan pasokan ayam pedaging dan ayam petelur karena cepat menghasilkan, juga untuk memenuhi kebutuhan MBG,” tambahnya.
Sektor perikanan juga diminta untuk memberdayakan pelaku usaha dan menjaga kebersihan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kampung Ujung.
Terkait PBJT, Bupati Edi mendesak pembentukan Satgas menyusul surat dari Kementerian Keuangan RI. “Kita sesuaikan dengan kondisi daerah yang ada mengenai Satgas. Jangan berhenti di balasan surat saja, tapi harus lakukan aksi nyata, bentuk Satgas terkait ini,” tegas Bupati Edi.
“Yang kemarin saya omong di Kementerian Keuangan, sudah dijawab oleh Menteri, bahwa yang kita lakukan itu benar. Sudah ada jawaban tertulis dari kementerian melalui Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi,” tambahnya.
Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatur tata kelola limbah dari kapal-kapal wisata. “Kepada Kadis Lingkungan Hidup, mohon membuat tata kelola limbah dari kapal-kapal yang berubah fungsi,” himbaunya.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, para Asisten, staf ahli, dan seluruh Pimpinan OPD se-Kabupaten Manggarai Barat. Kolaborasi dan sinergi antar sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi program-program tersebut.
Penulis: Hamid