LABUANBAJOVOICE.COM – Kapal wisata Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), tepatnya Pulau Padar, dilaporkan tenggelam di perairan Selat Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Jum’at (26/12/2025) malam.
Informasi awal peristiwa tersebut disampaikan Roni, salah satu pihak keluarga yang membawa kapal, kepada media di Labuan Bajo dengan suara tergesa-gesa.
“Kapal Putri Sakinah, lokasinya di Pulau Padar, mereka menuju Pulau Padar tadi tenggelam. Di Selat Padar. Mereka mau ke Pulau Padar,” ujar Roni.
Menurut Roni, speedboat milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo telah bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya penyelamatan.
Namun terkait waktu pasti kejadian, Roni mengaku belum mengetahuinya secara detail karena masih dalam kondisi panik dan fokus menghubungi keluarga.
“Saya tidak tahu kejadian nya jam berapa karena masih huru hara telepon keluarga,” jelasnya.
Roni juga menyebutkan bahwa kapal wisata yang mengangkut wisatawan tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengannya. “Saya punya bapak kecil,” ujarnya singkat.
Sementara itu, jumlah wisatawan yang berada di dalam kapal hingga kini belum dapat dipastikan.
“Kurang tahu, saya belum bisa jelaskan berapa jumlah tamunya ada beberapa orang. Tapi intinya kapal itu ada dengan tamu. Lebih detail bisa komunikasi dengan syahbandar biar bisa lebih jelas,” tambah Roni.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan proses evakuasi di tengah laut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Sabar saya masih evakuasi ditengah laut, gelombang tinggi,” ujar Stephanus singkat.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung, dan pihak berwenang belum merilis keterangan resmi terkait kondisi korban maupun penyebab pasti tenggelamnya kapal.
Sebelum kejadian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku wisata bahari di perairan Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa tinggi gelombang di perairan Labuan Bajo saat ini berkisar 0,7–1,5 meter (kategori sedang) dan berpotensi meningkat signifikan.
“Tinggi gelombang saat ini berkisar 0.7–1,5 meter (kategori sedang) dan berpotensi meningkat secara signifikan akibat pengaruh bibit siklon 96S di barat daya Pulau Sumba,” ujar Maria, Jum’at (26/12/2026).
Menurut Maria, bibit siklon 96S juga berpotensi meningkatkan intensitas hujan, angin kencang, serta alun (swell), yaitu gelombang dari pusat badai yang dapat merambat hingga ke perairan Taman Nasional Komodo.
Ia menegaskan bahwa kenaikan gelombang sudah terpantau sejak Kamis, 25 Desember 2025.
“Gelombang sudah mulai naik sejak kemarin, biasanya hanya di selatan tapi kali ini juga di perairan utara dari Selat Sape yang biasanya cenderung lebih rendah,” kata Maria.
Lebih lanjut dijelaskan, status bibit siklon 96S sendiri baru meningkat sejak 25 Desember 2025, yang sebelumnya hanya berupa daerah tekanan rendah.
Maria menegaskan bahwa BMKG telah menetapkan saran keselamatan pelayaran sebagai pedoman penting bagi seluruh pengguna jasa laut, yakni:
- Perahu nelayan diimbau tidak melaut saat angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter
- Kapal kecil dan tongkang agar menunda pelayaran saat angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter
- Kapal ferry diimbau meningkatkan kewaspadaan saat angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter
“Namun kami hanya bisa menghimbau seluruh pengguna jasa pelayaran dan operator kapal wisata di perairan Manggarai Barat dan Taman Nasional Komodo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan angin dan gelombang,” tegas Maria.
Ia juga mengingatkan agar penyesuaian operasional pelayaran selalu mengacu pada kondisi cuaca terkini dan ketentuan keselamatan pelayaran dari KSOP, serta rutin memantau peringatan dini BMKG.
Maria menambahkan bahwa prakiraan cuaca maritim BMKG telah memuat informasi lengkap terkait arah dan kecepatan angin, termasuk angin maksimum, dan telah disebarluaskan secara rutin.
Informasi cuaca maritim rutin kami share di berbagai WA grup resmi info BMKG Mabar, grup nelayan, dan melalui media sosial.
BMKG kembali mengimbau seluruh operator kapal wisata, nelayan, dan wisatawan untuk selalu memantau informasi cuaca serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama di kawasan strategis pariwisata internasional seperti Taman Nasional Komodo.**





Tinggalkan Balasan