Secara regional, Manggarai Barat berada pada kelompok menengah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tantangan utama berada di wilayah perdesaan yang masih bergantung pada sektor primer.
Menurutnya, kinerja ekonomi Manggarai Barat sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan 5,82 persen (c-to-c), lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi NTT dan nasional. Pada Triwulan IV-2025, ekonomi bahkan tumbuh 5,88 persen (y-on-y).
Lebih lanjut, Ikhe katakan, pertumbuhan tertinggi dicatat pada jasa keuangan dan asuransi 85,47 persen; pengadaan listrik dan gas 47,18 persen; dan akomodasi dan makan minum 21,95 persen.
Sementara empat sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi daerah yaitu pertanian, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta administrasi pemerintahan, dan seluruhnya tumbuh positif.
“Struktur ekonomi Manggarai Barat semakin kuat. Pariwisata memberi efek pengganda yang nyata ke sektor perdagangan, jasa, dan transportasi,” kata Ikhe.
Dari 135,56 ribu penduduk bekerja pada Agustus 2025, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 54,14 persen, disusul sektor jasa dan industri .





Tinggalkan Balasan