Sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor tertentu, sebagai landasan perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

“SE2026 adalah milik bersama. Kolaborasi pemerintah daerah, desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilannya,” tegas Ikhe.

Ia menambahkan, data hasil SE2026 akan memberikan gambaran utuh struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga daya saing dan produktivitas sektor usaha.

Menurutnya, informasi tersebut sangat strategis untuk memetakan potensi wilayah, memperkuat UMKM, serta mendukung transformasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Forum konsultasi publik tersebut ditutup dengan optimisme bahwa melalui penguatan Desa Cantik dan dukungan penuh terhadap SE2026, Manggarai Barat dapat membangun kebijakan pembangunan yang lebih presisi, inklusif, dan berkelanjutan berbasis data statistik yang tepercaya.**