Menurut Andy, ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam menarik dan mempercepat realisasi investasi di kawasan Parapuar.

Tanpa infrastruktur dasar yang memadai, tambahnya, investor cenderung menunggu hingga fasilitas pendukung benar-benar siap.

Sejumlah investor telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan kawasan tersebut, di antaranya Eiger Adventure Land Indonesia, Terra SparX, serta Kopontren Al Itifaq.

Kawasan Natas Parapuar dirancang sebagai pusat aktivitas wisata baru yang akan melengkapi destinasi unggulan di Labuan Bajo.

Berbagai fasilitas direncanakan hadir di kawasan ini, seperti hotel, sarana olahraga, area berkemah, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas rekreasi lainnya.

BPOLF optimistis penyediaan infrastruktur dasar, termasuk SPAM, akan mempercepat realisasi investasi sekaligus mendorong Parapuar menjadi ikon baru pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo.

Ke depan, pembangunan kawasan ini diharapkan tidak hanya memperluas pilihan destinasi wisata, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.**