“Tadi siang Kepala BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi langsung teman kita, Kepala Desa Sano Nggoang, untuk memastikan pasien mendapatkan layanan JKK secara maksimal di RSUD Komodo,” tambahnya.
Menurut Alfonsius, program BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu masyarakat dan aparatur desa dalam menghadapi risiko kerja.
“Program ini benar-benar hadir saat masyarakat mengalami kesulitan. Ini bentuk perlindungan yang sangat dibutuhkan,” katanya.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi aparatur desa yang kerap bekerja dalam kondisi berisiko, termasuk mobilitas tinggi di wilayah geografis yang menantang seperti Manggarai Barat.
Program JKK tidak hanya menjadi jaring pengaman finansial, tetapi juga memperkuat rasa aman bagi pelayan publik di tingkat akar rumput.
Ke depan, optimalisasi program Return to Work (RTW) dinilai menjadi kunci agar korban kecelakaan kerja dapat kembali produktif tanpa kehilangan kualitas hidup.
Pendekatan proaktif BPJS yang “jemput bola” juga menjadi indikator transformasi layanan publik yang lebih humanis dan adaptif.**






Tinggalkan Balasan