Sementara itu, pada Rabu (21/1/2026), cakupan wilayah terdampak semakin meluas, meliputi Kota Kupang, Kabupaten, Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Flores Timur, Lembata, Belu dan Alor.
Seluruh wilayah tersebut diprakirakan mengalami hujan lebat hingga ekstrem.
BMKG juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di NTT dipengaruhi secara tidak langsung oleh Bibit Siklon Tropis 97S.
Bibit siklon ini mulai terdeteksi sejak 16 Januari 2026 dan saat ini berada di sekitar Laut Timor, sebelah utara Australia.
BMKG menjelaskan, Bibit Siklon 97S masih memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan perlahan ke arah barat. Meski demikian, dampaknya sudah terasa signifikan.
“Dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 97S menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah NTT, serta berpotensi disertai angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain NTT, kondisi ini juga berdampak pada Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.





Tinggalkan Balasan