Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami intensitas hujan yang bervariasi dengan risiko lanjutan berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat berdampak pada kondisi perairan.
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir diminta untuk mewaspadai gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan penyeberangan laut.
BMKG mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, waspada terhadap daerah rawan longsor dan banjir, serta melalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
“Peringatan dini ini disampaikan agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (25/12/2025).
BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer.





Tinggalkan Balasan