LABUANBAJOVOICE.COM – Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menegaskan bahwa tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah bukan sekadar peristiwa duka yang membuat semua pihak menunduk malu, melainkan telah menjadi tamparan keras bagi citra Indonesia di mata dunia internasional.
Pernyataan keras itu disampaikan Benediktus Nurdin-yang akrab disapa Beni Nurdi-dalam Rapat Paripurna DPRD Manggarai Barat Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Ruangan Utama Gedung DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).
Dalam forum resmi tersebut, Beni Nurdin menggambarkan suasana kebatinan daerah yang tengah berduka, di tengah upaya keras Tim SAR Gabungan yang mempertaruhkan nyawa menyisir lautan demi menemukan para korban tragedi laut di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
“Kebersamaan kita hari ini berlangsung ketika banyak pihak mempertaruhkan nyawa, menantang gelombang, menyusuri pantai, mencari korban yang hilang atas tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah yang menelan korban jiwa,” ujarnya.
Ia menegaskan, daftar korban yang terus bertambah di balik label Labuan Bajo sebagai destinasi super premium merupakan ironi yang menyakitkan.
“Litani daftar korban yang semakin memanjang di balik predikat Labuan Bajo sebagai destinasi super premium, tidak saja membuat kita semua menunduk malu, bahkan jauh dari itu, menampar wajah Indonesia di panggung dunia,” ucap politisi Partai NasDem tersebut.
Sebagai putra daerah Manggarai Barat, Beni Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Ia mengutip ungkapan kearifan lokal Manggarai: “Dopo koe ndoos irus one isung, lu’u one mata, latang sangged ase kae,” yang berarti, cukup di sini saja kejadian seperti ini, semoga tidak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari.
Ungkapan itu, menurutnya, mewakili perasaan duka mendalam atas niat para korban yang hendak mengukir kenangan indah bersama keluarga, namun justru berujung pada tragedi yang menyayat hati.
“Bayangkan mereka adalah anggota keluarga kita yang tercinta. Setinggi apa pun jabatan yang kita miliki, semua pasti terasa hampa,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Manggarai Barat mengecam keras semua pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini serta mendukung penuh aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
“Tentunya kita semua sepakat untuk mengutuk keras semua pihak yang telah menjadi penyebab atas tragedi yang memalukan ini dan mendukung APH untuk melaksanakan tugasnya mengusut secara tuntas,” tegasnya.
Berdasarkan kewenangan kelembagaan, DPRD Manggarai Barat melalui forum paripurna tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret, antara lain:
- Memaksimalkan seluruh kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam penataan dan pengawasan pariwisata laut.
- Membangun sistem koordinasi yang tegas dan setara dengan KSOP, TNI AL, Polair, dan instansi terkait.
- Menyusun regulasi daerah yang lebih kuat, baik dalam bentuk Perda maupun Perbup, terkait standar operasional kapal wisata, rute pelayaran, dan daya dukung perairan.
- Menjadikan keselamatan manusia sebagai prinsip utama, bukan sekadar pelengkap dalam narasi pariwisata super premium.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban yang diduga WNA Spanyol dari tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa informasi penemuan diterima sekitar pukul 14.30 Wita dari nelayan setempat.
“Mereka menemukan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang di dalamnya terdapat 1 (satu) orang korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Fathur, Selasa (6/1/).
Korban ditemukan bersama bangkai kapal pada koordinat 08°36’35,139″ S – 119°40’36,826″ E, dengan jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi awal tenggelamnya kapal.
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo, sebelum diserahkan kepada Tim DVI Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 2 WNA Spanyol yang memasuki hari ke dua belas, dengan penyisiran pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman,” tambah Fathur.
KM Putri Sakinah tenggelam saat melakukan pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo pada Jumat malam (26/12/2025). Kapal bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.
Sekitar pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin akibat gelombang tinggi yang menyebabkan air laut masuk ke badan kapal, hingga akhirnya kapal kehilangan daya apung dan tenggelam.
Kapal tersebut mengangkut satu keluarga wisatawan asal Spanyol yaitu Martin Carreras Fernando (Pelatih Valencia FC Femenino B) dan Ortuno Andrea (istri).
Kemudian keempat anak mereka yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Enriquejavier, Martines Ortuno Maria Lia, dan Mar Martinez Ortuno.
Ortuno Andrea, Mar Martinez Ortuno, tiga ABK, satu kapten, dan satu pemandu wisata selamat pada insiden tersebut.
Sementara korban yang ikut tenggelam bersama dengan kapal yaitu Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Martines Ortuno Maria Lia.
Korban pertama ditemukan, Martines Ortuno Maria Lia, pada Senin (29/12/2025) di pesisir Pulau Serei.
Kemudian Martin Carreras Fernando ditemukan pada Minggu (4/1/2026) oleh Ditpolair Polda NTT.
Korban yang ditemukan hari ini masih dalam proses identifikasi, apakah Martin Garcia Mateo atau Martines Ortuno Enriquejavier.**





Tinggalkan Balasan