Langkah evakuasi massal ini dilakukan sebagai antisipasi longsor susulan mengingat kondisi tanah masih labil akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Selain menelan korban, longsor tersebut juga mengakibatkan kerusakan serius pada berbagai aset milik warga. Material longsor dilaporkan menimbun area persawahan, kebun, tambak ikan warga, serta halaman depan SDK Meni, sehingga aktivitas pertanian dan pendidikan terhenti sementara.
Kerusakan ini berpotensi memengaruhi ketahanan pangan lokal dan perekonomian warga dalam jangka pendek, mengingat sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada sektor pertanian dan perikanan darat.
Dampak longsor tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan jaringan infrastruktur vital. Ansel menyebut jaringan listrik menuju Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, terputus total.
“Listrik mati total untuk wilayah Kecamatan Lamba Leda dari pagi sampai saat ini. Jaringan internet dan telepon juga hilang total. Kami naik di atas batu jadi dapat jaringan dari Ruteng sehingga bisa kirim laporan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan