Metode pelatihan dirancang secara edukatif dengan mempertimbangkan keamanan serta kreativitas anak-anak. Latihan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pengenalan gerakan dasar, ritme musik, serta kekompakan dalam pertunjukan.
Sebagian besar sesi latihan bahkan dilakukan langsung di sekolah-sekolah peserta. Kegiatan dijadwalkan dari pagi hingga sore hari agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Pentas di Gua Batu Cermin menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menampilkan hasil latihan mereka sekaligus memperkenalkan konsep caci anak kepada masyarakat luas.
Selain sebagai sarana edukasi budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Melalui program tersebut, penyelenggara berharap kesenian caci tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai identitas kreatif generasi muda Manggarai yang mampu tampil di berbagai panggung budaya di masa depan.**





Tinggalkan Balasan