Ia menambahkan, pengenalan budaya sejak dini menjadi fondasi penting untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
“Kami ingin anak-anak mengenal caci sejak dini agar kesenian ini terus hidup dan berkembang. Siapa tahu, dari mereka akan lahir generasi baru yang membawa caci ke panggung yang lebih luas, bahkan ke tingkat internasional,” katanya.
Ke depan, kata dia, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pendidikan budaya sekaligus penguatan identitas lokal di Manggarai Barat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga memahami nilai kebersamaan, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” ujarnya.
Workshop tersebut melibatkan 100 anak dari berbagai lembaga pendidikan di Labuan Bajo. Peserta berasal dari SDN Labuan Bajo 1, KB Kanawa, TK Pembina, SDN Batu Cermin, SD Lancang, SDI Waemata, SDK Familia, KB Bajo Kiddy, dan SLB Labuan Bajo.
Selama proses pelatihan, para peserta mendapat pendampingan dari mentor profesional yang terdiri dari pelatih caci, pelatih tari, serta mentor musik tradisional.





Tinggalkan Balasan