“Laut itu indah, tapi juga berisiko. Karena itu penyelam tidak bisa hanya bermodal berani. Harus paham standar keselamatan, teknik penyelaman, dan penanganan darurat,” kata Marselinus, Jum’at (9/1/2026).

Menurutnya, berbagai insiden laut yang kerap terjadi di kawasan wisata bahari umumnya dipicu oleh minimnya tenaga pendamping yang benar-benar memiliki kompetensi menyelam sesuai standar internasional.

Ketidaksiapan SDM ini, kata dia, menjadi celah besar yang berpotensi mengancam keselamatan wisatawan maupun pelaku wisata itu sendiri.

Program P3KOM Got Talent, lanjut Marselinus, dirancang untuk menutup celah tersebut dengan membangun budaya keselamatan sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda Labuan Bajo.

“Program ini bukan ajang cari bakat semata. Ini soal membangun kesadaran bahwa keselamatan adalah fondasi utama wisata bahari,” ujarnya.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa Politeknik Elbajo mengikuti program ini.

Mereka diwajibkan melewati tahapan seleksi fisik ketat, termasuk tes renang sejauh 200 meter, uji ketahanan tubuh, serta pemeriksaan kemampuan dasar sebelum memasuki tahap pembelajaran.