LABUANBAJOVOICE.COM – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di jalur utara Pulau Flores.

Penegasan ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, Jumat, 14 November 2025, yang sekaligus menandai langkah tegas pemerintah memastikan proyek strategis tersebut tidak mandek.

Setibanya di Bandara Internasional Komodo, AHY langsung bergerak memeriksa kondisi dan peningkatan fasilitas bandara.

Ia meninjau perluasan area, kesiapan layanan, hingga kapasitas pendukung yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke destinasi super premium Labuan Bajo.

Tinjauan dilakukan untuk memastikan bandara ini mampu menopang lonjakan kunjungan wisatawan, sekaligus menjadi simpul penting konektivitas udara di kawasan timur Indonesia.

Sekitar pukul 14.30 WITA, AHY melanjutkan kunjungan ke ruas Lintas Utara Flores (Lintura) di Kabupaten Manggarai Barat, salah satu proyek infrastruktur paling strategis yang sedang digenjot pengerjaannya.

AHY menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan seremonial, melainkan inspeksi faktual untuk melihat tantangan lapangan secara langsung.

“Kami sengaja datang langsung untuk melihat kondisi jalan dan mendengar situasi di lapangan. Jalur utara Flores ini sangat signifikan untuk mengurangi waktu tempuh antarwilayah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AHY mengungkapkan data penting yang mencerminkan pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan. Dari total 140 kilometer ruas jalan Lintura, sebanyak 88 kilometer masih belum diaspal, sebuah angka yang menurutnya harus ditekan melalui percepatan pembangunan yang tepat sasaran.

“Hari ini saya datang bersama dirjen dan deputi untuk merencanakan anggaran pembangunan jalan ini dengan baik. Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar memberi dampak besar bagi peningkatan potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain mengejar percepatan konstruksi, AHY juga memberikan perhatian khusus pada faktor keselamatan jalan. Banyaknya tikungan ekstrem dan tanjakan curam di jalur ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara.

“Semoga seluruh perencanaan berjalan baik. Saya ingin para dirjen mampu memetakan kendala di lapangan, menemukan solusinya, dan memastikan progres proyek tetap pada jalurnya,” kata AHY yang juga adalah Ketua Umum Partai Demokrat.

Instruksi pemapasan tikungan tajam dan penyesuaian elevasi jalan ditekankan sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus mendukung mobilitas logistik serta aktivitas ekonomi lokal.

Kunjungan AHY kali ini didampingi jajaran lengkap Kemenko Infra, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Kasatker PJN Wilayah III BPJN NTT Aan Marandius, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah menegaskan bahwa pembangunan Lintura bukan sekadar proyek teknis, melainkan agenda strategis untuk masa depan konektivitas Flores.**