Dampak ekonomi dari kunjungan kapal pesiar dan yacht ini juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal, khususnya di kawasan Pulau Komodo dan Pulau Rinca.
Kehadiran wisatawan mancanegara mendorong perputaran ekonomi melalui jasa pemandu wisata, transportasi laut, UMKM, hingga sektor perhotelan dan kuliner.
Lebih jauh, Charles menilai tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa Labuan Bajo semakin diperhitungkan di peta pariwisata global.
Promosi destinasi yang berkelanjutan, kata dia, ditopang oleh pelayanan publik yang profesional dan aman, diyakini akan menjaga momentum pertumbuhan tersebut di masa mendatang.
Peningkatan kunjungan cruise dan yacht sepanjang 2025 juga dipandang sebagai fondasi penting bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Manggarai Barat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, aparat keimigrasian, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar Labuan Bajo tetap kompetitif sekaligus lestari sebagai destinasi wisata premium Indonesia.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan