Dalam kondisi terluka, Emanuel bersembunyi di dalam rumah, berharap nyawanya selamat. Namun amukan belum berhenti.

Sekelompok pelaku diduga mengejar hingga ke rumah Emanuel. Mereka merusak dinding rumah menggunakan parang, memecahkan kaca jendela, serta melempari rumah dengan kayu dari jalan raya. Aksi brutal itu menebar ketakutan bagi warga sekitar yang terbangun dari tidur mereka.

Chandra sendiri menghadapi ancaman serius. Ia mengaku ditodong parang, dipukul menggunakan tangan, kayu, dan batu, bahkan nyaris ditusuk. Dalam kondisi panik, Chandra melarikan diri ke area gelap demi menyelamatkan nyawanya.

Setelah menyerang rumah Emanuel, rombongan tersebut tidak langsung pergi. Mereka melanjutkan aksi kekerasan dengan merusak mobil milik warga bernama Rio, yang saat itu sedang tidur di rumahnya.

Ketika Rio keluar rumah untuk menanyakan apa yang terjadi, ia justru diserang dan dipukuli hingga hidungnya berdarah.

Melihat anaknya dipukuli di depan mata, Antonius Juni (61), ayah Rio, mencoba melerai. Namun niat melindungi sang anak justru berujung petaka.