LABUANBAJOVOICE.COM – Pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1949 rute Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, mengalami dua kali gagal mendarat akibat cuaca buruk berupa angin kencang, Sabtu (7/2/2026).

Insiden tersebut terjadi pada saat pesawat hendak melakukan proses pendaratan di Bandara Internasional Komodo.

Kondisi angin yang cukup kuat memaksa pilot melakukan prosedur keselamatan dengan membatalkan pendaratan sebanyak dua kali sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan selamat.

Humas Bandara Internasional Komodo, Marwa, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pesawat Wings Air IW 1949 mengalami kendala saat hendak melakukan proses landing.

“Pesawatnya Wings Air IW 1949 rute Lombok – Labuan Bajo,” ujar Humas Bandara Internasional Komodo Marwa, Sabtu sore.

Marwa mengungkapkan bahwa pilot mengambil langkah antisipatif dengan melakukan go around atau membatalkan pendaratan sebanyak dua kali sebelum akhirnya berhasil menurunkan pesawat secara aman.

“Gagal landing sebanyak dua kali Sekitar Pukul 15.35. Dan berhasil mendarat sekitar pukul 16.18,” jelasnya.

Langkah tersebut merupakan prosedur standar keselamatan penerbangan yang wajib dilakukan apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk proses pendaratan.

Dalam dunia penerbangan, keputusan go around biasanya diambil apabila pilot menilai kestabilan pesawat terganggu oleh faktor eksternal seperti angin silang (crosswind), turbulensi, jarak pandang terbatas, maupun gangguan teknis lain yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Marwa menegaskan, penyebab utama gagalnya pendaratan pesawat tersebut adalah faktor cuaca, khususnya angin kencang yang terjadi di kawasan Bandara Internasional Komodo saat pesawat hendak menyentuh landasan.

“Totalnya penumpang 30 orang. Gagal mendarat dikarenakan angin,” jelasnya.

Meski sempat mengalami dua kali percobaan pendaratan, seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi aman. Tidak ada laporan korban maupun gangguan teknis pada pesawat setelah berhasil mendarat.

Bandara Internasional Komodo dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cukup dinamis, terutama dipengaruhi kondisi geografis Labuan Bajo yang dikelilingi perbukitan dan perairan terbuka.

Kondisi tersebut kerap memicu perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak.

Situasi seperti ini menuntut kesiapan teknis tinggi dari pilot maupun maskapai dalam memastikan keselamatan penerbangan.

Prosedur go around menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari risiko kecelakaan saat kondisi pendaratan tidak stabil.

Selain itu, fenomena angin kencang juga sering terjadi pada periode peralihan musim yang mempengaruhi stabilitas udara di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.**