Bandara Internasional Komodo dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cukup dinamis, terutama dipengaruhi kondisi geografis Labuan Bajo yang dikelilingi perbukitan dan perairan terbuka.

Kondisi tersebut kerap memicu perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak.

Situasi seperti ini menuntut kesiapan teknis tinggi dari pilot maupun maskapai dalam memastikan keselamatan penerbangan.

Prosedur go around menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari risiko kecelakaan saat kondisi pendaratan tidak stabil.

Selain itu, fenomena angin kencang juga sering terjadi pada periode peralihan musim yang mempengaruhi stabilitas udara di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.**