LABUANBAJOVOICE.COM – Korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (19/1/2026).
Jasad korban ditemukan jauh dari titik awal lokasi korban dinyatakan tenggelam, setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama beberapa hari.
Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson (14), seorang pelajar SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng. Korban dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama 11 teman-temannya di Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad korban ditemukan di sekitar aliran sungai yang mengarah ke muara.
Korban diduga kuat terseret arus deras sungai, mengingat kondisi medan yang curam serta karakter aliran air di kawasan tersebut yang dikenal cukup berbahaya, terutama saat debit air meningkat.
Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu bakar di sekitar aliran Sungai Tiwu Pai.
Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian segera melaporkan temuan itu kepada aparat keamanan.
Mendapat laporan warga, petugas dari Polsek Reok, unsur TNI, serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah korban.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang sulit dijangkau.
Penemuan jasad korban terjadi tidak lama setelah Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengunjungi lokasi kejadian.
Dalam kunjungannya, Bupati Endi juga bertemu langsung dengan keluarga korban sebagai bentuk empati dan kehadiran pemerintah daerah di tengah musibah yang menimpa warganya.
Kunjungan tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah daerah terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di kawasan wisata alam tersebut.
Sebelumnya, operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah berlangsung selama tujuh hari. Setelah upaya maksimal dilakukan, pencarian secara resmi dinyatakan ditutup pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan status korban masih dinyatakan hilang.
Meski demikian, pemantauan oleh warga setempat tetap dilakukan secara mandiri. Hingga akhirnya, keberadaan korban berhasil ditemukan, sekaligus mengakhiri penantian panjang dan penuh duka keluarga yang sejak awal berharap anak mereka dapat ditemukan.
Kabar ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia menambah duka mendalam bagi keluarga.
Pemerintah daerah kembali menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban, baik secara sosial maupun psikologis.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat keras akan pentingnya aspek keselamatan di destinasi wisata alam, khususnya di lokasi yang memiliki karakter arus air deras, kedalaman ekstrem, dan minim pengawasan keselamatan.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan