“Semoga ke depan pawai ini semakin baik, semakin tertib, dan lebih banyak lagi yang terlibat. Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama sebagai bagian dari identitas masyarakat Werang,” ujarnya.
Selain menjadi sarana syiar Islam, pawai obor juga menjadi simbol persatuan dan kekompakan warga dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Jakarta.
Penetapan tersebut menjadi penanda bagi umat Islam di seluruh Indonesia untuk merayakan Idulfitri secara serentak dengan penuh suka cita.
Dengan semangat kebersamaan, pawai obor di Werang menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal dapat berjalan beriringan, menghadirkan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat.**






Tinggalkan Balasan