Surat tersebut berisi permintaan penanganan terhadap kendaraan terbengkalai yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Namun hingga kini, kendaraan tersebut masih berada di lokasi tanpa tanda-tanda penanganan ataupun pengamanan.
Masyarakat Desa Wae Lolos mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Jalur Trans Flores dinilai sebagai urat nadi transportasi Pulau Flores yang menjadi satu-satunya akses darat utama penghubung wilayah barat dan tengah pulau.
“Kalau dibiarkan terus, risikonya besar. Kami khawatir suatu saat akan terjadi kecelakaan,” pungkas warga.
Jika tidak segera ditangani, keberadaan truk terbengkalai tersebut berpotensi memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus merusak citra pariwisata Manggarai Barat yang tengah berkembang pesat.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk menuntaskan persoalan yang telah berlarut selama enam tahun ini.
Langkah evakuasi tidak hanya menjadi solusi keselamatan pengguna jalan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur pendukung pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.**





Tinggalkan Balasan