Desa Siru yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Manggarai Barat dinilai memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan bahwa potensi desa, khususnya di sektor pertanian, dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa dan warga,” katanya.

Lebih jauh, Syahir mengusung pendekatan politik partisipatif dengan membuka ruang dialog yang luas bagi masyarakat.

Ia menilai, partisipasi publik menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan desa yang responsif dan tepat sasaran.

“Kepemimpinan desa harus berbasis pada aspirasi masyarakat. Semua pihak harus dilibatkan, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama,” tegasnya.

Kemunculan figur muda dalam bursa Pilkades dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi lokal yang semakin berkembang. Kehadiran generasi muda diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Ini adalah momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan desa, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ungkap Syahir.