“Para wisatawan telah menunggu sejak pagi tanpa kepastian, sementara pihak agen tidak memberikan respons sama sekali saat dihubungi oleh para korban. Wisatawan sempat merasa tertipu karena ditinggalkan tanpa kabar selama lima jam di pelabuhan,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, aparat kepolisian yang berjaga di kawasan pelabuhan langsung turun tangan. Sat Pam Obvit Polres Manggarai Barat mengambil alih komunikasi dan berupaya menghubungi pihak agen untuk meminta pertanggungjawaban.

“Menanggapi keluhan tersebut, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh wisatawan. Tugas kami adalah memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan di Labuan Bajo,” tegas IPTU Abnel.

Setelah dilakukan koordinasi intensif, pihak agen akhirnya merespons dan menemui wisatawan sekitar pukul 13.25 Wita di Pos Terpadu Pelabuhan Marina Waterfront. Proses mediasi yang difasilitasi kepolisian berlangsung hingga pukul 14.00 Wita.

Hasilnya, agen perjalanan sepakat menyediakan kapal pengganti, yakni Kapal Pinisi Neptune 1, untuk melanjutkan perjalanan wisata ketiga turis tersebut.