Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan.

“Hujan yang terjadi umumnya bersifat tidak merata dan berdurasi singkat karena awan bergerak cepat mengikuti pola angin menuju pusat tekanan rendah tersebut. Potensi hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

Angin kencang terjadi akibat perbedaan tekanan udara yang signifikan sehingga massa udara bergerak menuju pusat bibit siklon.

Maria mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem, khususnya pelaku pelayaran dan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Manggarai Barat.

“Untuk itu, kami menghimbau masyarakat, pelaku pelayaran, dan sektor pariwisata untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dinamika atmosfer tropis pada periode ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah cepat.

Karena itu, tambahnya, pembaruan informasi secara berkala menjadi kunci mitigasi risiko, terutama bagi aktivitas wisata bahari dan penyeberangan antarpulau di sekitar Labuan Bajo.