LABUANBAJOVOICE.COM – Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Labuan Bajo melakukan inspeksi dan penelusuran potensi geowisata di Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT), Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PGWI DPW Labuan Bajo, Saver Guardi, bersama sejumlah tim pemandu geowisata.

Penelusuran ini bertujuan melihat secara langsung potensi wisata berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal yang dapat dikembangkan sebagai destinasi alternatif di Labuan Bajo.

Perjalanan menuju Teluk Terang ditempuh sekitar 1 jam 30 menit dari pusat Kota Labuan Bajo. Sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi udara segar pegunungan serta bentang alam hutan tropis yang masih asri dan terjaga.

Dalam perjalanan, rombongan sempat singgah di Ekowisata Wae Bobok, sebuah destinasi wisata alam bernuansa hutan pegunungan yang terletak di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng.

Di lokasi ini, tim PGWI beristirahat sejenak dan mengabadikan momen sebelum melanjutkan perjalanan menuju Teluk Terang.

Taman Indah Mangrove Teluk Terang sendiri berada di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Setibanya di lokasi, rombongan dipandu oleh pemandu wisata lokal, Fauzi, bersama timnya. Penelusuran dimulai dengan menyusuri alur sungai mangrove hingga mencapai mata air di Kampung Rosok.

Salah satu tim PGWI DPW Labuan Bajo, Koko Ama, yang lahir dan besar di wilayah tersebut, menjelaskan bahwa Rosok merupakan kampung tertua di wilayah Boleng.

Di kampung ini terdapat mata air bernama Mata Mbubung, yang hingga kini menjadi sumber pengairan utama bagi persawahan di Rosok dan sebagian besar wilayah Terang.

Fauzi kepada tim PGWI menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, kawasan Teluk Terang telah menghijaukan sekitar 10 hektare lahan pesisir melalui penanaman kurang lebih 100 ribu bibit mangrove.

Kawasan TIMT kini dilengkapi dengan jalur trekking sepanjang 80 meter, gazebo, serta fasilitas mangrove nursery. Seluruh fasilitas tersebut memperkuat posisi TIMT sebagai destinasi wisata yang berfokus pada konservasi lingkungan, sekaligus berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Setelah penelusuran sungai, rombongan kembali ke kawasan utama TIMT untuk makan siang sambil menikmati panorama hutan mangrove yang rimbun dan tenang.

Fauzi menambahkan bahwa Taman Indah Mangrove Teluk Terang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan 22 spesies mangrove yang telah teridentifikasi.

Spesies tersebut antara lain Acrostichum aureum, Acrostichum speciosum, Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, Bruguiera parviflora, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal.

Lanjut, Ceriops decandra, Derris trifoliata, Heritiera littoralis, Lumnitzera racemosa, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Scyphiphora hydrophyllacea, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Xylocarpus granatum, dan Xylocarpus mollucensis.

Keberagaman ini membentuk ekosistem pesisir yang sangat penting sebagai pelindung pantai, habitat biota laut, serta sarana edukasi dan wisata alam berbasis konservasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ini didokumentasikan oleh Efrem, salah satu tim PGWI DPW Labuan Bajo, melalui foto dan video dari berbagai sudut. Dokumentasi tersebut kemudian dirangkum menjadi video dokumenter dengan narasi audio-visual yang kuat.

Dokumentasi ini menjadi bukti bahwa Taman Indah Mangrove Teluk Terang memiliki daya tarik besar sebagai alternatif wisata alam di Labuan Bajo, selain wisata bahari ke Taman Nasional Komodo (TNK) yang selama ini lebih dikenal wisatawan.

Taman Indah Mangrove Teluk Terang dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari pusat Kota Labuan Bajo. Pengunjung dapat menikmati hutan mangrove yang rimbun dan ekosistem pesisir yang masih alami. Pada waktu tertentu, pengunjung juga dapat melihat buaya di tepian sungai.

Dalam perjalanan kali ini, rombongan PGWI hanya melihat seekor buaya. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan antara lain berjalan santai di kawasan perkampungan, menyusuri sungai, fotografi alam, serta kegiatan edukasi lingkungan pesisir.

Destinasi ini menawarkan suasana tenang dan alami, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dan menjauh dari hiruk-pikuk aktivitas kota.

Sekretaris PGWI DPW Labuan Bajo, Fiktorianus Afri, menilai bahwa TIMT bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi merupakan upaya bersama menjaga lingkungan dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Ia menilai, di tengah seringnya penutupan kunjungan ke TNK dalam beberapa waktu terakhir, Taman Indah Mangrove Teluk Terang layak menjadi bagian dari peta wisata alternatif Labuan Bajo yang mengedepankan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sepulang dari Teluk Terang, rombongan PGWI DPW Labuan Bajo singgah di rumah Abang Boe, selaku pembina PGWI DPW Labuan Bajo. Dalam pertemuan tersebut, para pemandu berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai langkah konkret yang perlu dilakukan PGWI ke depan, baik di Manggarai Barat maupun NTT secara keseluruhan.**