“Malam ini Meruorah Komodo merayakan pergantian lembaran tahun dengan ketiadaan atraksi kembang api dan ini bukanlah tanda surutnya perayaan, melainkan transformasi bentuk kebahagiaan yang digantikan dengan penyalaan lilin dan lampu didarat dan diudara,” ungkap Rudy.

Ia menegaskan, manajemen hotel secara khusus mengambil inisiatif kontemplatif dalam perayaan tahun ini sebagai bentuk empati kepada sesama anak bangsa yang tengah dilanda duka.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, rangkaian acara diawali dengan doa dari para pemuka agama. Para tamu diajak memasuki momen keheningan yang khidmat, menyalakan lilin sebagai simbol cahaya harapan dan keteguhan hati, serta mengirimkan doa bagi para korban bencana.

“Ini adalah bentuk solidaritas kecil dari Labuan Bajo untuk Indonesia,” tegasnya.

Konsep ini menjadi simbol bahwa duka di satu wilayah adalah duka seluruh bangsa, dan perayaan tidak harus selalu dirayakan dengan kemeriahan, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian dan doa bersama.

Rangkaian acara malam tahun baru diawali dengan Gala Dinner yang berlangsung khidmat di area Café dan Lobby Meruorah Komodo.