LABUANBAJOVOICE.COM — Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan seluruh mitra pembangunan ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., saat membuka Rapat Bersama Mitra Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat yang digelar di Aula Kantor Bupati, Rabu (17/12/2025).
Rapat strategis ini dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta perwakilan dari 32 mitra pembangunan, yang terdiri atas lembaga donor, organisasi non-pemerintah (NGO), dan berbagai institusi pendukung pembangunan daerah.
Agenda utama pertemuan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan keselarasan program pembangunan agar berjalan lebih terarah, efisien, dan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa kompleksitas pembangunan di Manggarai Barat tidak memungkinkan pemerintah daerah bekerja sendiri.
Sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional, kata dia, Manggarai Barat menghadapi tantangan pembangunan multidimensi, mulai dari penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan Mitra Pembangunan menjadi sebuah keniscayaan, bukan lagi pilihan,” tegas dr. Weng.
Ia menegaskan bahwa seluruh mitra pembangunan dipandang sebagai mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial.
Menurutnya, melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, setiap intervensi pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, bukan hanya dalam jangka pendek, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi masyarakat Manggarai Barat.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyd, memaparkan arah dan fokus pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Ia menjelaskan bahwa terdapat lima program prioritas utama yang menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan, yaitu: pariwisata inklusif dan berkelanjutan, pembangunan ekonomi yang berkualitas.
Kemudian, tambah dia, peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan, serra penguatan infrastruktur dasar untuk menopang perekonomian daerah.
Menurut Peter, kelima prioritas tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor serta kolaborasi aktif dengan mitra pembangunan agar implementasinya berjalan optimal dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Forum Sekretariat Bersama Mitra Pembangunan ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi, memetakan program-program yang beririsan, serta menghindari tumpang tindih kegiatan di lapangan.
Pemetaan yang terintegrasi dinilai krusial agar sumber daya pembangunan dapat dimanfaatkan secara efisien dan berdampak maksimal.
“Kita perlu membangun kesepahaman bersama agar program dan lokus kegiatan tidak terkonsentrasi pada sektor atau wilayah yang sama, tetapi dapat menyebar secara lebih merata sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah,” pesan Wakil Bupati.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang dialog yang luas, transparan, dan partisipatif melalui forum ini.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah RPJMD 2025–2029, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra pembangunan atas kontribusi dan komitmen yang telah diberikan selama ini.
Ia berharap rapat bersama ini tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi mampu menghasilkan kesepakatan konkret dan rencana tindak lanjut yang terukur, sehingga pembangunan di Manggarai Barat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.**





Tinggalkan Balasan