Pulau Monyet yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan Labuan Bajo selama ini dikenal memiliki panorama pesisir eksotis. Namun, keindahan tersebut kerap ternodai oleh limbah yang terbawa arus laut.
Posisi geografis pulau menjadikannya titik akumulasi sampah plastik dan sisa konsumsi yang terdampar dari berbagai wilayah perairan sekitar.
Menurut AKBP Christian Kadang, persoalan sampah di pesisir tidak hanya berdampak pada estetika kawasan wisata, tetapi juga mengancam ekosistem laut yang menjadi tulang punggung pariwisata Labuan Bajo.
“Labuan Bajo adalah wajah pariwisata kita di mata internasional. Menjaga kebersihan pesisir seperti di Pulau Monyet ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab moral kita untuk memastikan wisatawan merasa nyaman dan ekosistem laut tetap terjaga dari ancaman sampah plastik,” ujarnya.
Operasi bersih pantai tersebut memperlihatkan sinergi lintas sektor yang solid. Sebanyak 20 personel Sat Polairud Polres Manggarai Barat, 15 personel Ditpolairud Polda NTT, dan 10 personel Syahbandar Labuan Bajo diterjunkan langsung ke lokasi.






Tinggalkan Balasan