LABUANBAJOVOICE.COM – Sebanyak 100 anak usia dini dari 10 sekolah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terlibat dalam workshop dan atraksi seni tradisional caci.

Program ini mendapat dukungan dari Program Dana Abadi Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sejak usia dini.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga satu Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak-anak yang terlibat berusia antara 4 hingga 7 tahun, dengan komposisi 10 peserta dari masing-masing sekolah.

Inisiator program, Mardaniyanti, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap kesenian tradisional Manggarai sejak dini, khususnya seni caci yang selama ini identik dengan orang dewasa.

“Program ini kami rancang agar kesenian tradisional, khususnya caci, dipelajari sejak dini. Berkesenian menjadi ruang kreasi tanpa sekat, karena itu siswa SLB juga kami libatkan,” ujarnya, Minggu (22/2).