LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Servatius L. Gahang, A.Md., yang akrab disapa Charles Gahang, kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui serangkaian aksi kemanusiaan di wilayah Kecamatan Lembor dan Lembor Selatan.
Kegiatan terbaru berlangsung di Kampung Rohak, Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Jumat (6/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Charles Gahang terlibat langsung bersama masyarakat, aparat desa, serta personel TNI dan Polri dalam memperbaiki limpasan (jembatan rendah) Ngalor Kaca di aliran Wae Kaca.
Sebelum kegiatan di Rohak, Charles diketahui telah melaksanakan aksi sosial di dua lokasi berbeda pada Senin, 26 Januari 2026, yakni di Kompleks Polo Malawatar, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor serta di Desa Siru, Kecamatan Lembor.
Di Kompleks Polo Malawatar, Charles memfasilitasi perbaikan jalan lingkungan yang selama ini mengalami kerusakan.
Perbaikan tersebut dilakukan melalui swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan material yang bersumber dari dana pribadi.
“Kegiatan perbaikan jalan di lokasi Kompleks Polo Malawatar Kelurahan Tangge. Saya bantu membelikan bahan material sirtu menggunakan dana pribadi,” ujar politisi PKB, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan di lokasi tersebut melibatkan masyarakat setempat dan mendapat dukungan dari perwakilan Polsek Lembor.
Selain itu, Charles juga turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong bersama petani serta petugas pengairan pada daerah irigasi Lembor di Desa Siru.
“Saya juga bantu mereka pada saat kegiatan iru, bukan dalam bentuk material tapi bantuan lain untuk mendukung kegiatan tersebut,” terang anggota DPRD PKB Manggarai Barat itu.
Aksi sosial di Kampung Rohak difokuskan pada perbaikan limpasan Ngalor Kaca yang mengalami kerusakan berat sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada 2024.
Selama dua tahun terakhir, limpasan tersebut menjadi titik krusial sekaligus rawan bagi aktivitas warga.
Infrastruktur tersebut merupakan satu-satunya jalur transportasi masyarakat Kampung Rohak untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian ke pasar.
Kerusakan parah memaksa warga menyeberangi aliran sungai dengan risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menimbulkan ancaman keselamatan.
Charles menegaskan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab sosial terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kerusakan parah tersebut selama ini memaksa warga bertaruh nasib setiap kali musim hujan tiba,” ungkap Charles Gahang.
Ia mengaku bersyukur atas respons positif masyarakat terhadap keterlibatannya yang turun langsung membantu pekerjaan fisik bersama warga.
“Respon masyarakat sangat positif. Apalagi saya turun langsung secara fisik ikut kerja bersama masyarakat,” ujarnya.
Selain bekerja bersama warga di lapangan, Charles juga memberikan bantuan material guna memperkuat struktur limpasan.
“Kontribusi berupa materi ada berupa semen dan beberapa jenis bantuan lain juga ada,” tambahnya.
Charles turut mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Rohak yang dinilainya tetap tangguh meski harus bertahan dengan keterbatasan infrastruktur selama dua tahun terakhir.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Rohak dan rekan-rekan TNI-Polri yang tidak kenal lelah mengangkut batu dan pasir dari sungai,” katanya.
“Semoga bantuan semen yang kami berikan bisa memperkuat struktur limpasan ini agar tahan lebih lama,” sambungnya.
Dalam refleksi kemanusiaan, Charles menilai infrastruktur bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat.
“Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat bertahan dengan segala keterbatasan. Infrastruktur bukan sekadar jalan atau jembatan, tetapi tentang bagaimana anak-anak bisa sekolah dengan aman dan petani bisa membawa hasil kerja mereka tanpa rasa takut.” ujarnya.
Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi tentang menjaga harapan hidup masyarakat,” tambah politisi muda itu.
Ke depan, keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan infrastruktur pedesaan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan wilayah, khususnya daerah yang rentan terhadap bencana alam dan keterisolasian akses transportasi.**





Tinggalkan Balasan