LABUANBAJOVOICE.COM – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E., sempat menemui keluarga korban tenggelam dan hilang di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/01/2026).
Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson (13), siswa kelas VIII SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Ruteng, asal Desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Armedo dilaporkan hilang sejak Minggu, 11 Januari 2026, setelah diduga tenggelam saat berenang di lokasi kejadian.
Sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) Basarnas, upaya pencarian korban secara resmi terpaksa dihentikan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (17/01/2026) setelah melakukan pencarian selama tujuh hari berturut-turut.
Meski demikian, pencarian tidak berhenti. Keluarga korban bersama warga sekitar masih melanjutkan upaya pencarian secara mandiri, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Kedatangan Bupati Manggarai Barat bersama rombongan disambut secara adat oleh Camat Reok Barat beserta jajaran serta Kepala Desa To’e dan perangkat desa.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Dinas Perhubungan Manggarai Barat, Kepala Inspektorat Manggarai Barat, Anggota DPRD Manggarai Barat Fidelis Sukur, Kabag Prokopim, Kabag Umum, Camat Welak serta Kabid LinjamSos Dinas Sosial Manggarai Barat.
Saat menemui keluarga korban di rumah singgah, Bupati Edistasius Endi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa memilukan tersebut, sekaligus memberikan dukungan moril kepada orang tua korban yang memilih tetap bertahan di lokasi demi melanjutkan pencarian secara mandiri.
“Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat kami sangat prihatin dan merasakan luka yang timbul dengan peristiwa yang terjadi dan terus memantau perkembangan peristiwa ini,” ungkap Bupati Edistasius, Senin (19/01).
Di hadapan keluarga korban, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk terus memberikan penguatan dan dukungan penuh kepada keluarga korban agar mampu melewati masa sulit ini.
“Secara pribadi dan sebagai pemerintah daerah, kita turut merasakan kesedihan yang mendalam atas kejadian ini. Yang perlu saya sampaikan bahwa keluarga tidak sendiri, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan selalu hadir dan terus mendukung proses pencarian dan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, kalian tidak sendiri,” tegasnya.
Selain dukungan moril, Bupati Edistasius Endi juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai, beras, dan makanan siap saji.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga korban, relawan, serta warga yang terlibat dalam proses pencarian lanjutan.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Manggarai Barat akan terus memperkuat koordinasi dengan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat guna merespons perkembangan situasi secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada anggota Basarnas, TNI dan Polri, Pemerintah Kecamatan Reok Barat, Pemerintah Desa To’e serta seluruh warga masyarakat yang telah terlibat aktif dan tanpa lelah membantu proses pencarian korban.
Bupati Endi juga menyempatkan diri mengunjungi langsung lokasi kejadian di Air Terjun Tiwu Pai bersama aparat TNI/Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga.
Di lokasi, Bupati menyaksikan langsung proses pencarian yang masih dilakukan oleh relawan, unsur TNI/Polri, dan warga sekitar sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga korban.
Peristiwa tenggelamnya Armedo W. Jeferson menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan di kawasan wisata alam, khususnya di lokasi air terjun dan sungai yang memiliki potensi risiko tinggi.
Pemerintah daerah diharapkan ke depan dapat memperkuat sistem pengamanan, rambu peringatan, serta edukasi keselamatan bagi pengunjung.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan