LABUANBAJOVOICE.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 13.15 Wita.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Robertus Juang (29), warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ia melihat sebuah bus Mitsubishi berwarna Pine Green Meta dengan nomor polisi EB 7247 GA tiba-tiba kehilangan kendali sebelum akhirnya terjun ke jurang di sisi kiri jalan.
Menurut Robertus, situasi saat itu berlangsung sangat cepat dan mengejutkan.
“Tiba-tiba saja mobil itu miring ke kiri dan langsung jatuh. Kami langsung berusaha menolong para penumpang. Syukurlah mereka hanya luka-luka ringan dan tidak ada yang luka parah,” ungkap Robertus Selasa sore.
Bus tersebut dikemudikan oleh Mariano Ronaldino (21) yang tengah melaju dari arah Labuan Bajo menuju Werang dengan membawa empat penumpang.
Saat melintasi jalur menanjak dan menikung di wilayah Mbeliling, kendaraan diduga mengalami hilang kendali.
Menariknya, kondisi jalan di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan baik, beraspal mulus, serta cuaca cerah.
Arus lalu lintas pun relatif sepi. Namun, kondisi sepi di jalur tanjakan panjang diduga memicu turunnya konsentrasi pengemudi hingga mengalami microsleep atau tertidur sesaat di balik kemudi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., membenarkan bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan dipicu karena pengemudi dalam kondisi mengantuk. Saat menyadari mobil hilang kendali, sopir secara spontan banting setir ke arah kiri hingga kendaraan keluar dari badan jalan dan masuk ke dalam jurang,” ujar IPDA Bayu dalam keterangan resminya.
Akibat kejadian tersebut, bus mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian material mencapai Rp 10 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dari empat penumpang yang diangkut, tiga orang mengalami luka lecet ringan. Sementara sopir dan kondektur dilaporkan selamat tanpa luka.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi kendaraan, serta mengamankan barang bukti.
“Untuk para penumpang yang mengalami luka ringan, saat ini mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Werang,” tambah IPDA Bayu.
Ruas Trans Flores di wilayah Mbeliling dikenal memiliki karakter jalan berkelok, tanjakan panjang, dan jurang di sisi jalan.
Kombinasi medan tersebut menuntut kondisi fisik dan konsentrasi optimal dari setiap pengemudi.
IPDA Bayu kembali mengingatkan agar sopir, khususnya angkutan umum, tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah.
“Jika merasa lelah atau mengantuk saat berkendara di jalur lintas Flores yang memiliki medan menantang, pengemudi sangat disarankan untuk beristirahat sejenak guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap IPDA Bayu.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bahwa faktor kelelahan masih menjadi ancaman nyata keselamatan di jalan raya.
Ke depan, penguatan edukasi keselamatan berkendara dan pengawasan terhadap kondisi fisik pengemudi angkutan umum dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan serupa di jalur Trans Flores, khususnya wilayah Manggarai Barat.**





Tinggalkan Balasan