Ia juga menekankan bahwa seluruh dinamika yang terjadi selama satu periode kepemimpinan harus dibaca sebagai proses pendewasaan organisasi, bukan sekadar perbedaan pandangan.

“Setiap periode memiliki tantangannya sendiri. Apa yang telah dilalui menjadi catatan bersama, bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk memastikan PMKRI terus bertumbuh,” tambahnya.

Sementara itu, Decky Kevin Pradekta yang terpilih sebagai Ketua Presidium baru menyatakan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab kolektif, bukan semata-mata jabatan struktural.

“Kepemimpinan di PMKRI bukan soal posisi, melainkan soal kemampuan merawat kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjaga organisasi tetap berjalan sesuai nilai dasar perjuangan,” kata Decky usai penetapan hasil RUAC.

Menurutnya, tantangan ke depan menuntut kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, serta peka terhadap dinamika internal kader maupun persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

“PMKRI Cabang Yogyakarta harus tetap relevan dengan zaman. Itu berarti memperkuat kaderisasi internal sekaligus hadir menjawab persoalan sosial secara nyata,” tegasnya.