Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis kelompok akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjamin kontinuitas pasokan komoditas di pasar.
“Jika kelompok ini berjalan dengan baik dan produktif, maka perputaran uang di Dapil II akan semakin meningkat,” lanjutnya.
Sardi juga menyoroti peluang besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui program prioritas pemerintah pusat, termasuk menjadi pemasok kebutuhan pangan seperti sayur, daging, dan telur untuk mendukung sektor pariwisata dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat sebagai produsen lokal akan memperkuat posisi ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
“Kalau masyarakat kita siap produksi, maka pasar sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengorganisir produksi itu secara konsisten dan berkualitas,” katanya.
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan keluhan terkait maraknya koperasi harian dan mingguan yang dinilai membebani ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Sardi menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih sehat dan berkeadilan.






Tinggalkan Balasan