LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Hasanudin, kembali melaksanakan masa reses DPRD masa sidang I tahun 2025/2026 di Kampung Raong, Dusun Compang, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Rabu (23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan titik keempat dari rangkaian reses yang berlangsung sejak 19 hingga 24 Desember 2025.

Sebelumnya, Hasanudin yang juga menjabat Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat dan Ketua KNPI Manggarai Barat telah melaksanakan reses di Kampung Cumbi, Nampar Macing, dan Kerora.

Kegiatan reses di Kampung Raong dihadiri Kepala Desa Golo Mori, Samaila, para tokoh masyarakat, pendidik, ketua RT, serta warga.

Kepala Desa Golo Mori, Samaila, pada kesempatan itu menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah masyarakat.

“Saya berdiri di sini sudah komunikasi dengan Pak Hasan, dia minta untuk lakukan reses di Dusun Compang. Selama ini, begitu banyak caleg yang kami pilih dan menang, setelah menang tidak ada kabar lagi. Tapi berbeda dengan Pak Hasan” ujarnya.

Ia menyebut masyarakat merasa bangga karena putra daerah hadir kembali menyerap aspirasi.

Samaila juga menyoroti perubahan Desa Golo Mori yang kini berstatus desa wisata serta tantangan kesiapan sumber daya manusia di tengah rencana pembangunan hotel berkapasitas besar tahun 2026 di wilayah selatan Manggarai Barat.

“Pertanyaan sekarang sumber daya kita siap tidak. Satu kamar butuh tiga karyawan, mampukah anak-anak kita? Tapi saya optimis, dari sekarang kita mulai berbenah, jangan berpangku tangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hasanudin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas politik.

“Saya sudah berjanji, kalau saya terpilih saya akan kembali. Dan hari ini saya penuhi janji itu,” kata Hasanudin.

Ia menjelaskan bahwa reses merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan seluruh anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami di DPRD berjumlah 30 orang, dan tidak semua desa bisa kami kunjungi. Maka ketika Kampung Raong dipilih, itu karena saya tahu di sini banyak kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Hasanudin secara terbuka memaparkan kondisi fiskal daerah yang terdampak langsung kebijakan pusat.

Suasana reses Anggota DPRD Manggarai Barat, Hasanudin, bersama warga Kampung Raong, Dusun Compang, Desa Golo Mori, Rabu (23/12/2025). Foto: Labuan Bajo Voice

“Kondisi negara sedang tidak stabil. Ada kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, lewat Keppres Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak langsung ke daerah,” ungkapnya.

Ia menyebut Manggarai Barat mengalami pemangkasan anggaran hampir ratusan miliar, sementara daerah masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.

Plt. Kepala SDI Negeri Raong, Abdul Asmin, menyampaikan sejumlah persoalan serius di sektor pendidikan.

“Sekolah kami kesulitan WC guru dan murid. Kekurangan guru agama sejak April 2025. Anak-anak di data untuk MBG sejak Oktober, dijanjikan November, tapi belum ada,” keluhnya.

Ia juga menyoroti persoalan P3K Paruh Waktu yang tidak di-SK, diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta, serta persoalan air bersih di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Ketua RT 05 Dusun Compang, Mustafa, menegaskan air bersih menjadi masalah utama warga.

“Hampir 200 KK di Dusun Compang kesulitan air minum bersih. Kami mohon ini diperjuangkan,” katanya.

Ia juga meminta Polindes Raong dinaikkan status menjadi Pustu, mengingat sulitnya akses saat musim hujan bagi ibu melahirkan.

“Kalau hujan, ibu mau melahirkan tidak bisa lewat. Kami sering jadi korban,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi, Hasanudin menegaskan seluruh masukan telah dicatat dan akan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD.

“Air minum itu kebutuhan dasar. Ini sudah saya usulkan, tapi banyak fisik dibatalkan karena efisiensi anggaran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan komitmen mengawal kebutuhan guru, listrik, kesehatan, serta bantuan rumah ibadah.

Secara pribadi, Hasanudin bahkan memberikan bantuan uang cash untuk pembangunan masjid. Selain itu, ia juga akan menyumbangkan kursi 100 buah untuk masyarakat setempat yang nanti akan dikelola oleh generasi muda.

Warga lainnya, Monika Namung, mengeluhkan belum masuknya listrik di Kampung Raong bagian timur, tempat rumah bersama masyarakat tinggal.

Menanggapi hal itu, Hasanudin memastikan akan berkoordinasi dengan PLN.

“Tidak boleh ada kampung yang tidak dapat listrik,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Golo Mori menjelaskan bahwa dapur MBG direncanakan dibangun di wilayah desa dan diproyeksikan mulai berjalan tahun depan.

Reses di Kampung Raong menjadi gambaran nyata persoalan desa di tengah tekanan fiskal nasional.

Hasanudin menegaskan bahwa meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, aspirasi rakyat tetap menjadi prioritas perjuangan politiknya.**