Terkait air minum, Hasanudin menyebut sudah ada informasi positif mengenai dukungan program yang akan mengalirkan air bersih ke kampung tersebut.
“Kebutuhan air minum ini sangat mendasar dan tidak bisa ditunda. Informasi yang saya terima, dukungan sudah ada dan air akan mengalir sampai ke Kampung Cumbi. Ini harapan besar masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia berkomitmen tetap melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar distribusi air bersih tidak timpang.
Soal ternak lepas, Hasanudin mengakui persoalan tersebut dilematis karena ternak juga menjadi sumber ekonomi warga. Namun dampaknya terhadap pertanian tidak bisa diabaikan.
“Perda sudah ada, tapi pelaksanaannya lemah. Kuncinya ada di penegakan. Kalau ternak liar, Satpol PP harus bertindak. Ini kasihan petani yang sudah jaga sawah berbulan-bulan lalu rusak dalam satu hari,” tegasnya.
Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan pemerintah daerah untuk penertiban ternak liar, sekaligus mendorong aturan desa agar ternak dikandangkan.






Tinggalkan Balasan