Pada kesempatan itu, Siprianus Syukur, warga Kampung Cumbi menyoroti krisis air bersih yang belum teratasi selama puluhan tahun.

“Ibu-ibu lama sudah menangis. Air minum selama puluhan tahun Kampung Cumbi masih menggunakan air sungai. Belum ada air bersih masuk ke Kampung Cumbi,” ungkapnya dengan nada pilu.

Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat Cumbi berada dekat kawasan pengembangan ekonomi dan pariwisata nasional.

Keluhan berikutnya disampaikan Leonardus, terkait maraknya ternak lepas yang merusak kebun warga.

“Ternak lepas berkeliaran bebas. Banyak kebun masyarakat dimakan ternak liar. Bahkan ternak itu bukan milik orang Cumbi, tapi masyarakat luar kampung,” katanya.

Ia menegaskan, Kampung Cumbi sebenarnya siap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat melalui sektor pertanian. Namun realitas ternak liar membuat petani tertekan.

“Kami mau ikut bantu dukung program MBG, tapi ternak berkeliaran di mana-mana. Kami sudah sering mengeluh di tingkat desa, tapi tidak pernah ada tindak lanjut dari kepala desa,” tambahnya.