LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Nasdem Plus, Basilius Sardi Jeramat, S.Kom., M.Si (BSJ), menyerap secara langsung aspirasi para petani di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat, Ndoso, Pacar, dan Macang Pacar.

Penyerapan aspirasi ini dilakukan dalam rangka reses masa sidang I Tahun 2025/2026 DPRD Manggarai Barat yang berlangsung sejak 19 hingga 24 Desember 2025.

Kegiatan reses tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis, yakni Desa Sama dan Kelurahan Golo Ruu di Kecamatan Kuwus, serta Desa Golo Riwu dan Desa Tueng di Kecamatan Kuwus Barat.

Dalam agenda tersebut, Sardi Jeramat berdialog langsung dengan masyarakat, khususnya kelompok petani, guna menggali persoalan riil yang dihadapi di sektor pertanian.

Dalam keterangannya kepada media, Selasa (23/12/2025), Sardi Jeramat menegaskan bahwa reses kali ini secara khusus difokuskan pada penyerapan aspirasi petani jagung di daerah pemilihan (Dapil) II Kabupaten Manggarai Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan ketahanan pangan tahun 2026.

“Reses ini saya fokuskan pada penyerapan aspirasi petani jagung di Dapil II Kabupaten Manggarai Barat dalam rangka mendukung peningkatan ketahanan pangan tahun 2026.” ujar politisi NasDem itu.

Apalagi, tambah Sardi Jeramat, di tahun 2026 nanti banyak efisiensi anggaran, terutama terkait pembangunan infrastruktur yang sangat minim.

Berdasarkan hasil dialog bersama masyarakat serta pengamatan langsung di lapangan, Sardi Jeramat menilai bahwa komoditas jagung memiliki peluang dan potensi besar untuk terus dikembangkan.

Selama ini, menurutnya, jagung menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan Manggarai Barat.

Namun demikian, Sardi Jeramat mengakui bahwa sektor pertanian jagung masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendampingan teknis, rendahnya nilai tambah hasil produksi, hingga belum terintegrasinya pertanian dengan sektor lain seperti peternakan.

Menjawab kondisi tersebut, politisi muda itu menginisiasi sebuah program strategis bertajuk “1 Kampung 1 Hektare Jagung”.

Kata Sardi Jermat, program ini dirancang untuk dikelola secara kolektif oleh kelompok masyarakat, dengan pendekatan pendampingan berkelanjutan.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fraksi Nasdem Plus, Basilius Sardi Jeramat, S.Kom., M.Si (BSJ), menyampaikan sambutan dan berdialog langsung dengan masyarakat saat kegiatan reses masa sidang I Tahun 2025–2026 di wilayah Kecamatan Kuwus Barat. Foto: dok.pribadi

“Oleh karena itu, saya menginisiasi program pendampingan ‘1 Kampung 1 Hektare Jagung’ yang dikelola secara kolektif oleh kelompok masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga dirancang memiliki dampak lanjutan terhadap ketersediaan bahan pakan ternak, khususnya bagi kelompok peternak ayam dan ternak babi yang banyak berkembang di wilayah Dapil II.

Menurutnya, integrasi antara sektor pertanian dan peternakan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Dengan adanya ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Hal ini diyakini dapat menekan biaya produksi peternak sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.” ujarnya.

Program penanaman jagung ini direncanakan akan dilaksanakan di 50 titik di wilayah Dapil II Kabupaten Manggarai Barat, dengan melibatkan kelompok masyarakat sebagai pengelola utama.

Hasil produksi jagung nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi akan diolah oleh kelompok masyarakat menjadi pakan ternak.

Saat ini, Sardi Jeramat menilai bahwa di wilayah Dapil II belum terdapat pelaku usaha yang secara khusus bergerak di bidang produksi pakan ternak. Kondisi tersebut justru menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara bersama-sama.

“Kondisi ini menjadi peluang besar yang harus dimaksimalkan bersama. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai petani jagung, tetapi juga didorong untuk naik kelas menjadi pelaku usaha pakan ternak berbasis lokal,” tegasnya.

Ia berharap program yang diinisiasinya dapat menjadi wadah inovasi dan kolaborasi masyarakat di Dapil II Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan ekonomi kelompok.

Melalui penguatan sektor pertanian jagung yang terintegrasi dengan usaha pakan ternak, masyarakat desa didorong untuk lebih kreatif, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan.

Dengan pendekatan berbasis kelompok serta pendampingan berkelanjutan, Sardi Jeramat menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menjadi agenda jangka pendek, melainkan ruang belajar, berusaha, dan bertumbuh bersama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Dapil II Kabupaten Manggarai Barat secara berkelanjutan.**