“Melalui tema ‘Bangun Kolaborasi dengan Pelayanan Sepenuh Hati’, kami ingin meninggalkan warisan positif bagi masyarakat Mandalika. Kehadiran BUMN bukan hanya soal bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Relawan Bakti BUMN 2025, Zahir Satria Nugraha, menambahkan bahwa pengelolaan destinasi pariwisata harus selaras dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan.

“Kolaborasi lintas BUMN ini membuktikan bahwa keberadaan BUMN mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia,” katanya.

Puncak acara digelar pada Mayalaka Night (17/8), sebuah malam apresiasi yang memadukan seni dan budaya antara relawan dan warga lokal.

Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat ikatan sosial, mempromosikan budaya lokal, serta memperkuat citra positif BUMN di mata masyarakat.

Dengan terselenggaranya Relawan Bakti BUMN Batch VIII 2025 di The Mandalika, diharapkan sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin menguat untuk mendorong pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan di kawasan pariwisata super prioritas tersebut.**