Ia menyadari bahwa setiap percakapan dengan wisatawan asing turut membawa citra institusi dan negara.

“Bagi mereka, polisi mempunyai akses untuk segala jenis informasi. Jadi kita harus siap dengan segudang pengetahuan, mulai dari alamat, kearifan lokal, hingga solusi pemecahan masalah sekecil apa pun,” ungkap Polwan yang masuk Polri melalui jalur Talent Scouting Academic tersebut.

Kemampuannya juga mendapat pengakuan internal. Melalui program pendidikan bahasa di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, ia berhasil meraih peringkat kedua pada Kelas Pariwisata.

Di tengah tugasnya sebagai pelayan masyarakat, Ningsi memegang sebuah prinsip sederhana tentang pentingnya bahasa dalam membuka peluang.

“The more languages you know, the more doors you open. But English opens the most.” Artinya Semakin banyak bahasa yang Anda ketahui, semakin banyak pintu yang terbuka. Namun bahasa Inggris membuka pintu paling banyak.

Baginya, kepuasan terbesar sebagai polisi adalah melihat wisatawan merasa aman dan terbantu saat berada di Indonesia.