Ia mengaku sempat kesulitan menghadapi beragam aksen bahasa Inggris dari wisatawan asing. Namun tantangan itu justru mendorongnya mempelajari bahasa lain seperti Jerman dan Rusia, mengingat cukup banyak turis dari dua negara tersebut datang ke kawasan ini.

“Sekarang ini, saya lagi semangat-semangatnya belajar bahasa Rusia dan Jerman karena banyak bertemu ‘bule’ dari sana,” ujarnya.

Dalam satu pekan, ia bisa menangani tiga hingga empat laporan dari wisatawan asing. Bahkan dalam kondisi tertentu, jumlah pengaduan bisa meningkat drastis.

“Bahkan saya pernah membantu menyelesaikan masalah percintaan wisatawan asing yang datang mengadu, dan pernah juga menyelesaikan permasalahan 32 wisatawan dalam sehari,” ceritanya.

Membawa Citra Indonesia di Mata Dunia

Saat ini Bripda Ningsi bertugas di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Manggarai Barat. Baginya, kemampuan bahasa asing bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi bagian dari pelayanan publik di kawasan wisata internasional.