Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada konflik lama yang kembali mencuat.
“Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa insiden ini diduga dipicu oleh dendam lama yang kembali memanas. Situasi semakin keruh lantaran para pihak yang terlibat disinyalir berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung,” kata AKP Lufthi dalam keterangannya, Rabu (14/1) siang.
Pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 Wita, korban mendatangi Polsek Komodo untuk membuat laporan resmi, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Komodo guna menjalani Visum et Repertum dan pemeriksaan rontgen.
Namun, hasil pemeriksaan medis awal belum menemukan adanya proyektil atau peluru senapan angin di dalam luka korban.
“Kondisi ini membuat penyidik belum dapat memastikan apakah luka pada leher kiri korban benar-benar diakibatkan oleh tembakan senapan angin atau benda lainnya,” ungkap AKP Lufthi.
Temuan ini menjadi salah satu faktor yang membuat proses pembuktian perkara menjadi lebih kompleks.






Tinggalkan Balasan