Ia menilai, semangat yang tumbuh selama bulan Ramadan harus menjadi fondasi moral dalam merancang dan menjalankan pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial dan keadilan yang dirasakan masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang manusia. Bagaimana kita memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” katanya.

Politisi NasDem itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan di Manggarai Barat.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat harus diperkuat.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Idulfitri harus menjadi momentum untuk menyatukan langkah, menyatukan visi, demi Manggarai Barat yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam konteks sosial, ia mengingatkan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Manggarai Barat. Menurutnya, nilai saling menghormati dan toleransi harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama.