Menurut Aloysius, berdasarkan data panitia, para pendaftar berasal dari enam spesialisasi bahasa, diantaranya bahasa Mandarin ada 5 orang terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki. Bahasa Prancis terdiri dari 1 orang laki-laki.
“Bahasa Jepang ada 3 orang, 1 perempuan dan 2 laki-laki. Sementara bahasa Spanyol ada 2 orang laki-laki. Dan bahasa Inggris–Indonesia yang paling banyak 182 orang terdiri dari 181 laki-laki, 1 perempuan,” ungkapnya.
Menurut Aloysius, dominasi pendaftar dengan spesialisasi Bahasa Inggris–Indonesia masih mencerminkan kebutuhan utama pasar pariwisata Manggarai Barat saat ini, namun keberagaman bahasa asing lain menjadi sinyal positif bagi kesiapan daerah menghadapi pasar wisata global yang semakin kompetitif.
“Ke depan, kami mendorong peningkatan kompetensi multi-bahasa agar pramuwisata Manggarai Barat semakin adaptif terhadap segmentasi wisatawan internasional,” tegasnya.
Pendaftaran bakal calon anggota DPC HPI Manggarai Barat masih dibuka hingga Kamis, 26 Februari 2026.
Kesempatan ini menjadi peluang terakhir bagi para pramuwisata profesional untuk bergabung dan berproses bersama dalam memperoleh standar kompetensi yang ideal.





Tinggalkan Balasan