“Di Perairan Pulau Padar sempat diguyur hujan deras yang mengurangi jarak pandang,” ungkap Fathur.

Situasi tersebut membuat proses pencarian bawah air harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi demi keselamatan personel SAR.

Meski belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian tidak dihentikan.

“Pencarian terhadap ke-4 korban WNA akan dilanjutkan besok hari pada pencarian hari ke-empat,” tegasnya.

Operasi SAR akan kembali dimulai sejak pagi hari dengan evaluasi pola arus dan perluasan sektor pencarian.

Pada pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur laut dan peralatan, antara lain:

  • RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat
  • Kapal Patroli Cepat Polairud Polda
  • RIB 600 PK Polairud Polda
  • Kapal Negara KN Gahawisri (KPLP)
  • RBB 500 PK Lanal Labuan Bajo
  • RIB 230 PK KSOP Labuan Bajo
  • Palsar Air
  • Palsar Medis
  • Palsar Evakuasi.

Sebanyak puluhan personel lintas instansi terlibat langsung dalam operasi pencarian, terdiri dari:

  • Pos SAR Manggarai Barat – 8 orang
  • KSOP Manggarai Barat – 12 orang
  • Sat Pol Air Manggarai Barat – 6 orang
  • Dir Pol Airud Mabes – 5 orang
  • Dir Polairud Polda NTT – 9 orang
  • TNI Angkatan Laut – 7 orang
  • Kru Kapal KN Gratin – 15 orang
  • Dive Master – 5 orang
  • Unsur KN Gahawisri – 2 orang
  • Balai Taman Nasional Komodo – 2 orang
  • P3KOM – 2 orang
  • Sie Dokkes Polres Manggarai Barat – 1 orang
  • PELNI Labuan Bajo – 4 orang
  • Kodim 1830 Labuan Bajo – 2 orang.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang kerap terjadi pada periode akhir tahun.